fbpx
asset-1

Analisis Kredit: Tujuan, Tahapan, Faktor & Contohnya untuk Bisnis Anda

analisis kredit

Analisis kredit merupakan proses yang krusial dalam dunia keuangan, baik bagi individu maupun institusi. Proses ini membantu dalam menilai kelayakan kredit seseorang atau suatu badan usaha, dan menjadi dasar bagi keputusan dalam pemberian pinjaman.

Dalam artikel ini, eendigo akan menjelaskan secara mendalam mengenai analisis kredit. Untuk itu, simak sampai tuntas artikel di bawah ini.

Apa Itu Analisis Kredit?

Analisis kredit adalah proses pengumpulan dan analisis informasi keuangan individu atau badan usaha untuk menilai kemampuan dan kelayakan mereka dalam membayar pinjaman.

Informasi tersebut meliputi character (karakter), capital (modal), capacity (kapasitas), collateral (jaminan), dan condition (Kondisi). Analisis informasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa peminjam memiliki kemauan untuk membayar pinjamannya dan meminimalkan risiko gagal bayar.

Baca juga: Credit Score: Pengertian, Fungsi & Faktor Penentunya!

Apa Saja Tujuan Analisis Kredit?

Analisis kredit memiliki sejumlah tujuan yang menjadi pijakan bagi keputusan pemberian pinjaman. Tujuan-tujuan ini mencakup aspek evaluasi risiko, penetapan jumlah pinjaman, dan pemantauan kinerja kredit secara berkala.

1. Menilai Risiko Kredit

Tujuan utama dari analisis kredit adalah menilai risiko kredit yang terkait dengan memberikan pinjaman kepada individu atau badan usaha.

Pemberi pinjaman, seperti bank atau lembaga keuangan, perlu memastikan bahwa peminjam memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk membayar kembali pinjaman beserta bunganya.

Analisis kredit membantu mengidentifikasi potensi risiko gagal bayar atau keterlambatan pembayaran sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.

2. Menentukan Jumlah Pinjaman yang Tepat

Analisis kredit membantu menentukan jumlah pinjaman yang sesuai dengan kemampuan bayar peminjam. Dengan memperhatikan aspek-aspek keuangan peminjam, seperti pendapatan, kewajiban, dan sejarah kredit, pemberi pinjaman dapat menghindari memberikan pinjaman yang melebihi kapasitas peminjam untuk membayar kembali.

3. Memantau Kinerja Kredit

Analisis kredit tidak berhenti setelah pinjaman disetujui. Salah satu tujuan pentingnya adalah memantau kinerja kredit secara berkala. Proses pemantauan ini membantu pemberi pinjaman untuk melacak pembayaran pinjaman, mendeteksi potensi masalah, dan mengambil tindakan korektif jika diperlukan.

Baca juga: Apa Itu Restrukturisasi Kredit? Cek Syarat, Jenis & Skemanya

Tahapan Analisis Kredit

Tahapan analisis kredit memainkan peran kunci dalam proses pengambilan keputusan pemberian pinjaman. Tahapan ini dapat bervariasi tergantung pada kebijakan pemberi kredit dan jenis pinjaman. Namun secara umum, tahapan analisis kredit dapat dilakukan seperti di bawah ini.

1. Pengajuan Aplikasi Kredit

Tahapan pertama adalah peminjam mengajukan aplikasi kredit. Aplikasi ini dapat berisi informasi pribadi, tujuan pinjaman, dan rincian keuangan peminjam. Dalam pengajuan aplikasi, peminjam menyertakan dokumen pendukung, seperti bukti identitas, slip gaji, atau laporan keuangan perusahaan.

Tahap ini menjadi titik awal interaksi antara peminjam dan pemberi pinjaman. Keseluruhan proses analisis kredit akan bergantung pada keakuratan dan kelengkapan informasi yang diberikan oleh peminjam.

2. Analisis Data

Setelah penerimaan aplikasi, analis kredit dimulai dari proses pengumpulan dan analisis data. Data keuangan peminjam menjadi pusat perhatian yang melibatkan aspek-aspek seperti pendapatan bulanan, kewajiban, aset, dan sejarah pembayaran.

Analisis data ini mencakup penggunaan model analisis 5C yang telah disebutkan di awal, yaitu:

  • Character (Karakter): Pengecekan riwayat pembayaran pinjaman masa lalu, serta stabilitas pekerjaan dan penghasilan.
  • Capital (Modal): Menilai kekayaan yang dimiliki, seperti properti, kendaraan, dan tabungan untuk menentukan stabilitas finansial.
  • Capacity (Kapasitas): Mengukur kemampuan finansial peminjam untuk membayar pinjaman, termasuk perbandingan pendapatan dengan kewajiban.
  • Collateral (Jaminan): Menilai aset yang dapat dijadikan jaminan untuk memberikan rasa aman bagi kreditur jika terjadi gagal bayar.
  • Condition (Kondisi): Mengevaluasi kondisi ekonomi dan industri yang mungkin memengaruhi kemampuan peminjam membayar pinjaman.

3. Penilaian Risiko Kredit

Penilaian risiko kredit merupakan inti dari analisis kredit. Analis kredit mengevaluasi hasil analisis data untuk menentukan tingkat risiko yang terkait dengan peminjam. Sejarah pembayaran, rasio utang terhadap pendapatan, dan faktor risiko lainnya menjadi penentu dalam menilai kualitas kredit.

4. Keputusan Kredit

Berdasarkan hasil penilaian risiko, pemberi pinjaman membuat keputusan apakah akan menyetujui atau menolak aplikasi kredit. Selain itu, keputusan ini mencakup penentuan syarat dan kondisi pinjaman, termasuk suku bunga, jangka waktu, dan jumlah pinjaman yang disetujui.

Keputusan kredit yang diambil harus memperhitungkan risiko yang diidentifikasi selama analisis, serta mengikuti kebijakan internal dan regulasi yang berlaku.

5. Pencairan Dana

Jika aplikasi kredit disetujui, tahapan terakhir adalah pencairan dana. Proses ini melibatkan transfer dana kepada peminjam sesuai dengan syarat dan kondisi yang telah ditentukan. Pencairan dana menjadi penutup dari siklus analisis kredit dan awal dari pelaksanaan pinjaman.

Pada tahap ini, pemberi pinjaman dapat memberikan panduan tambahan kepada peminjam mengenai proses pembayaran, aturan perpanjangan, atau ketentuan lain yang relevan.

Baca juga: Apa itu Skip Tracing dan Kegunaannya

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Analisis Kredit

Dalam proses analisis kredit, institusi keuangan seperti bank atau lembaga pemberi pinjaman perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting untuk menilai kelayakan kredit dan menentukan keputusan persetujuan pinjaman. Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor Internal

Faktor internal meliputi beberapa hal seperti di bawah ini:

1. Character (Karakter)

Peminjam dengan riwayat kredit yang positif (tidak pernah terlambat bayar atau gagal bayar) memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan persetujuan pinjaman. Bank akan menilai reputasi dan integritas peminjam, termasuk catatan hukum dan keuangan yang bersih.

2. Capital (Modal)

Kekayaan yang dimiliki peminjam, seperti properti, kendaraan, dan tabungan, menunjukkan kemampuan finansial dan potensi jaminan untuk pinjaman.

Selain itu, bank akan melihat kekayaan bersih dari peminjam (selisih antara aset dan kewajiban peminjam). Makin tinggi kekayaan bersih, makin baik penilaiannya dalam analisis kredit.

3. Capacity (Kapasitas)

Bank akan menganalisis rasio keuangan peminjam, seperti Debt-to-Income Ratio (DTI) dan Loan-to-Value Ratio (LTV) untuk menilai kemampuan membayar angsuran pinjaman.

4. Collateral (Jaminan)

Aset yang dijaminkan untuk pinjaman berfungsi sebagai jaminan jika peminjam gagal bayar. Kepemilikan penuh atas jaminan dan nilainya yang memadai akan meningkatkan peluang persetujuan pinjaman dan berpotensi menurunkan suku bunga.

Baca juga: Pahami Apa Itu KYC dan Cara Kerjanya dalam Industri Keuangan

Faktor Eksternal

Faktor eksternal meliputi beberapa hal seperti di bawah ini:

1. Condition (Kondisi)

Situasi ekonomi secara keseluruhan dan kondisi industri tempat peminjam beroperasi dapat memengaruhi kemampuan membayar pinjaman. Bank harus lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman saat ekonomi sedang tidak stabil.

2. Kebijakan Internal Bank

Bank memiliki kebijakan dan kriteria kredit tersendiri yang dapat memengaruhi keputusan persetujuan pinjaman. Faktor ini meliputi jenis pinjaman, jumlah pinjaman, dan suku bunga yang ditawarkan.

3. Kondisi Makroekonomi

Kondisi makroekonomi menunjukkan pengaruh faktor ekonomi terhadap usaha calon debitur. Kondisi ini dapat dinilai dengan menggunakan beberapa indikator seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, dan nilai tukar.

Baca juga: 2 Contoh KYC dalam Industri Perbankan dan Keuangan

Contoh Analisis Kredit

Berikut simulasi analisis kredit agar Anda dapat memahaminya secara mendalam.

Data Peminjam

  • Nama: Budi Santoso
  • Usia: 35 tahun
  • Pekerjaan: Karyawan swasta
  • Penghasilan: Rp 10 juta per bulan
  • Riwayat kredit: Baik, tidak ada tunggakan
  • Aset: Rumah senilai Rp 500 juta
  • Kewajiban: Cicilan mobil Rp 2 juta per bulan

Pengajuan Kredit

  • Jenis pinjaman: KPR
  • Jumlah pinjaman: Rp 300 juta
  • Jangka waktu pinjaman: 15 tahun

Analisis Character (Karakter)

  • Riwayat kredit baik, menunjukkan kemampuan membayar pinjaman.
  • Reputasi dan integritas baik, tidak ada catatan hukum atau keuangan yang negatif.
  • Memiliki penghasilan tetap yang cukup untuk memenuhi angsuran.
  • Capital (Modal): Memiliki aset berupa rumah senilai Rp 500 juta yang menunjukkan kemampuan finansial.
  • Capacity (Kapasitas):
  • Debt-to-Income Ratio (DTI) = 30%, menunjukkan kemampuan membayar angsuran yang cukup.
  • Loan-to-Value Ratio (LTV) = 60%, menunjukkan nilai jaminan yang memadai.
  • Collateral (Jaminan): Menjaminkan rumah senilai Rp 500 juta, nilainya memadai untuk menutupi jumlah pinjaman.
  • Condition (Kondisi):
  • Kondisi ekonomi makro stabil, mendukung kemampuan membayar pinjaman.
  • Prospek industri tempat peminjam bekerja cukup baik, memberikan optimisme terhadap stabilitas pendapatan.

Berdasarkan contoh analisis kredit di atas, Budi Santoso memiliki peluang besar untuk mendapatkan persetujuan pinjaman KPR senilai Rp 300 juta. Faktor-faktor yang mendukungnya adalah riwayat kredit yang baik, aset yang cukup, kemampuan membayar angsuran yang memadai, dan jaminan yang nilainya memadai.

Contoh di atas hanya simulasi dan tidak selalu mencerminkan keputusan final dari sebuah bank. Bank memiliki kebijakan dan kriteria kredit yang berbeda-beda, sehingga hasil analisis kredit dapat berbeda tergantung kebijakan dan persyaratan dari bank itu sendiri.

Itulah penjelasan menyeluruh dari analisis kredit. Secara keseluruhan, memahami tujuan, tahapan, faktor, dan contoh dari analisis kredit di atas dapat membantu dalam mengelola keuangan serta menjalin hubungan sehat antara kreditur dengan debitur.

Tingkatkan Rasio Persetujuan & Kurangi Tunggakan dengan Aplikasi Credit Scoring

credit-decision-engine

Kemajuan teknologi saat ini membuat proses analisis kredit dapat menjadi lebih efisien dan akurat. eendigo menawarkan solusi tersebut dengan cara mengoptimalkan strategi penagihan dengan wawasan prediktif, melakukan penilaian nasabah yang lebih akurat, menghilangkan kesalahan manusia, dan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memproses banyak data. Untuk mendapatkanya, bermitralah bersama kami.

Selain itu, dengan bermitra dengan kami, Anda akan mendapatkan bantuan dari pakar IT kami dari Senin hingga Minggu, mulai pukul 7 pagi hingga pukul 7 malam untuk membantu menangani masalah yang Anda hadapi terkait dengan produk dan layanan kami.

Tunggu apalagi, segera transformasikan bisnis Anda ke ranah digital melalui kemajuan teknologi bersama eendigo!