fbpx
asset-1

Credit Score: Pengertian, Fungsi & Faktor Penentunya, Wajib Dipahami!

apa itu credit score

Istilah credit score pasti sudah tidak asing lagi bagi lembaga keuangan. Credit score merupakan indikator kelayakan nasabah dalam mengakses layanan kredit yang disediakan oleh lembaga keuangan. Namun, sudahkah Anda memahami lebih dalam tentang apa itu credit score serta fungsinya dalam lembaga pembiayaan?

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari tentang credit score dan fungsinya yang krusial dalam lembaga pembiayaan. Selain itu, Anda juga akan mengetahui besaran credit score yang layak bagi nasabah sebagai salah satu dasar dalam memutuskan pemberian kredit. Mari simak artikel ini sampai selesai!

Apa Itu Credit Score?

Credit score atau skor kredit adalah angka yang mencerminkan kualitas kredit nasabah (calon peminjam), baik individu atau perusahaan.

Tujuan utama skor kredit digunakan oleh pemberi pinjaman seperti lembaga keuangan atau perbankan untuk menganalisa permohonan kredit dan mengevaluasi risiko kredit pemberian pinjaman kepada calon nasabah. 

Skor kredit biasanya didasarkan pada riwayat kredit yang tercantum dalam laporan kredit calon peminjam, termasuk informasi pribadi nasabah seperti status perkawinan, usia, hingga pekerjaan.

Selain itu tercantum juga riwayat pembayaran tagihan kredit, jumlah denda yang pernah diperoleh, dan kewajiban keuangan lainnya.

Data ini kemudian dianalisis menggunakan metode dan model statistik yang kompleks untuk menghasilkan skor kredit yang representatif.

Skor kredit umumnya diberikan dalam rentang angka tertentu, contohnya 300 hingga 850 dalam skala FICO. Skor yang lebih tinggi menunjukkan kualitas kredit nasabah yang lebih baik.

Namun, perlu diingat bahwa setiap lembaga pembiayaan bisa memiliki kriteria yang berbeda dalam mengevaluasi skor kredit serta menentukan tingkat risiko yang dapat diterima.

Oleh karena itu, skor kredit yang dianggap baik di satu lembaga pembiayaan atau bank belum tentu dianggap baik di lembaga lainnya.

Baca juga: Apa Itu Risiko Kredit, Jenis dan Cara Mencegahnya

Apa Saja Fungsi Credit Scoring bagi Lembaga Pembiayaan?

credit-approval

Credit scoring memiliki enam fungsi bagi lembaga pembiayaan, di antaranya sebagai berikut:

1. Menilai Kemampuan Pembayaran Nasabah

Fungsi utama dari credit scoring adalah menilai kemampuan pembayaran nasabah. Pemberi pinjaman bisa menentukan jika nasabah memiliki rekam jejak pembayaran yang baik atau buruk melalui credit scoring.

Apabila nasabah memiliki riwayat pembayaran tagihan yang baik, skor kreditnya cenderung tinggi sehingga meningkatkan peluang untuk mendapatkan pinjaman dengan suku bunga yang lebih baik.

2. Menentukan Besaran Setoran Awal dan Bunga

Skor kredit juga berperan dalam menentukan besaran setoran awal dan tingkat bunga yang hendak ditetapkan pada calon debitur.

Makin tinggi skor kredit nasabah, makin besar kemungkinan untuk mendapatkan setoran awal yang lebih rendah dan suku bunga yang lebih kompetitif.

Artinya, skor kredit yang baik secara tidak langsung bisa menghemat biaya nasabah dalam proses peminjaman.

3. Menekan Biaya Operasional

Jika lembaga pembiayaan menggunakan aplikasi credit scoring digital seperti aplikasi yang ditawarkan eendigo, maka akan mengurangi biaya operasional yang terkait melalui proses ini.

Dengan aplikasi tersebut, proses pengajuan pinjaman dapat dilakukan dengan cepat dan efektif serta menggunakan model credit scoring yang efisien.

Baca juga: 9 Unsur-Unsur Kredit dalam Bisnis Pembiayaan

Berapa Credit Score yang Bagus untuk Pengajuan Pinjaman?

Perlu diketahui bahwa batasan credit score yang digunakan dalam pengajuan pinjaman ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Fair Isaac Corporation (FICO). Anda perlu menggunakan salah satu dari dua patokan ini untuk mengetahui besaran credit score yang aman untuk menyetujui pengajuan pinjaman. 

Lihat rincian mengenai credit score berdasarkan BI Checking dan FICO di bawah ini.

1. Metode BI Checking

Metode BI Checking dikelola secara langsung oleh Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berikut adalah rinciannya:

  • Skor 1: kategori kredit lancar
  • Skor 2: kategori kredit memerlukan perhatian khusus
  • Skor 3: kategori kredit yang tidak lancar
  • Skor 4: kategori kredit yang diragukan
  • Skor 5: kategori kredit yang macet

Menurut metode BI Checking, credit score yang baik adalah skor 1 atau minimal 2.

2. Metode FICO

Sementara itu, metode credit scoring FICO yang dikembangkan oleh Fair Isaac Corporation memiliki rincian sebagai berikut:

  • Rentang nilai 300-579: buruk
  • Rentang nilai 580-669: fair
  • Rentang nilai 670-739: baik
  • Rentang nilai 740-799: sangat bagus
  • Rentang nilai 800-850: luar biasa

Menurut metode scoring FICO, skor kredit yang baik adalah yang berada di atas 670.

Baca juga: Restrukturisasi Kredit: Syarat, Jenis dan Skemanya dalam Sektor Asuransi

Faktor yang Memengaruhi Skor Kredit

restrukturisasi kredit

Skor kredit (credit score) merupakan nilai numerik yang mencerminkan seberapa kreditable atau kreditworthy seseorang dalam konteks keuangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi skor kredit dapat bervariasi sedikit tergantung pada model skor kredit yang digunakan, tetapi secara umum, beberapa faktor umum yang mempengaruhi skor kredit melibatkan:

1. Riwayat Pembayaran (Payment History)

Ini adalah faktor yang sangat penting. Keterlambatan pembayaran tagihan atau utang dapat berdampak negatif pada skor kredit. Sebaliknya, pembayaran tepat waktu dapat meningkatkan skor.

2. Rasio Kredit Terhadap Penggunaan (Credit Utilization)

Ini mengacu pada seberapa besar kredit yang digunakan dibandingkan dengan total kredit yang tersedia. Rasio yang rendah cenderung meningkatkan skor kredit.

3. Lama Kredit (Credit Age)

Lama waktu sejak Anda membuka rekening kredit pertama Anda. Usia kredit yang lebih tua dapat memiliki dampak positif pada skor kredit.

4. Jumlah dan Jenis Kredit (Credit Mix)

Kombinasi jenis kredit yang Anda miliki, seperti kartu kredit, pinjaman pribadi, hipotek, dapat memengaruhi skor kredit Anda.

5. Aktivitas Aplikasi Kredit (Credit Inquiries)

Jumlah dan frekuensi aplikasi kredit baru dapat berdampak pada skor kredit. Terlalu banyak aplikasi dalam waktu singkat dapat dianggap sebagai tanda risiko.

6. Pendapatan dan Pekerjaan

Meskipun tidak selalu merupakan faktor utama, beberapa model skor kredit dapat mempertimbangkan tingkat pendapatan dan stabilitas pekerjaan.

7. Rasio Utang Terhadap Pendapatan (Debt-to-Income Ratio)

Rasio ini mencerminkan seberapa besar utang Anda dibandingkan dengan pendapatan Anda. Rasio yang tinggi dapat memengaruhi skor kredit.

Setiap lembaga penyedia skor kredit mungkin memiliki bobot yang berbeda untuk faktor-faktor ini. Penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi skor kredit dan melibatkan praktik keuangan yang sehat untuk mempertahankan atau meningkatkannya.

Jadi, apa itu credit score? Singkatnya, credit score adalah nilai numerik yang mencerminkan kualitas kredit yang dimiliki oleh nasabah. Credit score memiliki fungsi krusial dalam lembaga pembiayaan karena menentukan kelayakan kredit calon debitur sebelum pengajuan pinjamannya disetujui.

Maka dari itu, penting bagi lembaga pembiayaan untuk menetapkan indikator yang tepat dalam menentukan credit scoring.

Baca juga: Sudah Tahu Apa Itu Penyelenggara Sertifikasi Elektronik? Cek Bentuk Layanannya

Bagaimana Cara Mengecek Credit Scoring Calon Debitur Anda?

Jika Anda ingin membantu calon nasabah Anda mengecek credti scoring mereka, caranya cukup mudah. Anda cukup mengakses SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan untuk mengetahui nilai kredit yang mereka miliki. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Registrasi Akun

Langkah pertama adalah Anda harus membuatkan akun calon nasabah Anda di halaman Permohonan Informasi Debitur SLIK. Di sana, Anda akan diarahkan untuk mengisi formulir permohonan informasi debitur.

2. Lengkapi Informasi

Berikutnya lengkapi informasi dengan mengisi jenis pemohon (perseorangan atau badan usaha), tanggal layanan, kantor OJK yang akan dituju, serta nomor antrian.

Setelah menekan tombol lanjut, Anda akan diarahkan ke halaman pengisian informasi pribadi debitur. Informasi yang diminta mencakup nama, NIK, detail kontak, hingga alamat lengkap. Pastikan bahwa seluruh data debitur yang dimasukkan adalah benar.

3. Upload Dokumen

Setelah mengisi informasi pribadi secara lengkap, sistem akan memandu Anda untuk mengunggah dokumen yang dibutuhkan.

Jika Anda merupakan debitur individu, maka dokumen yang diminta hanyalah KTP/Paspor. Sedangkan untuk badan usaha, dokumen yang diminta adalah identitas pengurus dan akta pendirian usaha.

Jangan lupa untuk memastikan seluruh dokumen tersebut memiliki resolusi yang baik agar semua informasi dapat terbaca dengan jelas.

Baca juga: 2 Contoh Penerapan KYC dalam Industri Perbankan dan Keuangan

Validasi Data Debitur Anda bersama eendigo

Credit score termasuk dalam proses validasi calon debitur untuk menilai tingkat risiko dan kelayakannya dalam pengajuan pembiayaan.

Agar prosesnya berjalan secara efektif, gunakanlah eendigo User Validation yang dilengkapi dengan teknologi machine learning untuk menilai tingkat risiko setiap pengguna dan menyesuaikan metode otentikasi yang sesuai dengan kebijakan kredit yang berlaku di lembaga keuangan Anda. 

Selain eendigo User Validation, Anda juga membutuhkan layanan Credit Scoring dari AdIns untuk kelancaran proses penilaian kredit skor.

Layanan ini akan membantu Anda dalam mengenali calon nasabah dengan komprehensif melalui pengintegrasian data dari pihak yang diperlukan, mulai dari Disdukcapil, Pefindo, dan SLIK. Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk andalan eendigo dan AdIns ini!