fbpx
asset-1

Apa Itu Risiko Kredit? Jenis, Faktor, & Cara Mencegahnya

apa itu risiko kredit

Saat debitur mengajukan sebuah pinjaman, kreditur wajib untuk melakukan banyak perhitungan detail untuk menghindari kemungkinan gangguan penagihan, termasuk salah satunya memperhatikan apa itu risiko kredit.

Mengapa hal ini penting untuk diperhatikan? Sebab, tidak jarang individu maupun perusahaan yang kesulitan untuk memenuhi kewajibannya membayar utang tepat waktu sebelum jatuh tempo. Hal ini mengakibatkan kreditur mau tidak mau juga akan mengalami kesulitan jika banyak kasus kredit macet. Selain itu, kejadian krisis ekonomi merupakan hal yang berdampak besar pada dunia bisnis. Perlu manajemen risiko yang tepat agar kreditur juga mampu bertahan.

Jangan khawatir, melalui artikel ini, eendigo akan membahas seputar apa itu risiko kredit dalam dunia bisnis. Mari kita simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Risiko Kredit?

Risiko kredit adalah kerugian yang berhubungan dengan potensi kegagalan dalam memenuhi kewajiban membayar kredit ketika waktu jatuh tempo, atau dengan kata lain, debitur tidak mampu membayar pinjamannya.Terdapat dua hal yang memengaruhi tingkat risiko kredit, yaitu besarnya eksposur kredit serta kualitas eksposur kredit itu sendiri. Makin tinggi nilai utang, maka makin tinggi pula eksposur kreditnya.

Kualitas eksposur dalam risiko kredit yang dimaksudkan adalah kemungkinan gagal bayar serta diukur dari kualitas cicilan yang dilakukan debitur. Jika nilai jaminan kredit debitur makin rendah, maka kualitas eksposur kreditnya pun makin rendah. Hal ini mengakibatkan risiko kredit yang ditanggung akan makin tinggi.

Baca juga: Pahami Apa Itu KYC dan Cara Kerjanya dalam Industri Keuangan

Jenis Risiko Kredit

Saat ini terdapat beberapa jenis risiko kredit yang harus Anda perhatikan. Secara umum ada tiga jenis yang mungkin paling sering terjadi di dunia perbankan. Ketiga jenis risiko kredit tersebut yaitu:

1. Sovereign Credit Risk

Risiko ini terkait dengan kemampuan pemerintah untuk membayar utang-utangnya. Jika pemerintah mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang, maka risiko kredit sovereign ini akan terjadi. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor seperti kondisi ekonomi negara, kebijakan pemerintah, dan faktor politik.

2. Corporate Credit Risk

Risiko ini terkait dengan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban keuangannya. Jika perusahaan mengalami kesulitan dalam membayar utang-utangnya, risiko kredit korporasi ini akan muncul. Faktor yang dapat memengaruhi risiko ini antara lain kondisi keuangan perusahaan, kinerja operasional, dan kondisi industri di mana perusahaan beroperasi.

3. Retail Customer Credit Risk

Risiko ini terkait dengan kemampuan pelanggan individu atau konsumen untuk membayar utang-utang mereka kepada bank atau lembaga keuangan lainnya. Jika pelanggan mengalami kesulitan dalam membayar utang-utang mereka, risiko kredit pelanggan ritel ini akan timbul. Faktor yang dapat memengaruhi risiko ini antara lain pendapatan pelanggan, riwayat kredit, dan kondisi ekonomi yang memengaruhi daya beli pelanggan.

Baca juga: Apa Saja Unsur-Unsur Kredit?

Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet

Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet

Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak pemberi pinjaman atau kreditor mungkin mengalami kerugian karena pihak peminjam gagal membayar kembali pinjaman atau memenuhi kewajibannya. Beberapa penyebab utama risiko kredit meliputi:

1. Kondisi Ekonomi yang Buruk

Dalam masa resesi atau ketidakstabilan ekonomi, banyak peminjam individu dan perusahaan mungkin menghadapi kesulitan dalam membayar kembali pinjaman mereka karena penurunan pendapatan atau kebangkrutan bisnis.

2. Pengangguran atau Penurunan Pendapatan

Peminjam yang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan mendadak mungkin menghadapi kesulitan dalam membayar pinjaman mereka.

3. Manajemen Keuangan yang Buruk

Peminjam yang tidak memiliki keterampilan manajemen keuangan yang baik atau tidak memiliki rencana pengelolaan keuangan yang memadai mungkin memiliki risiko tinggi kegagalan peminjam tidak mampu membayar.

4. Perubahan Tingkat Suku Bunga

Kenaikan suku bunga oleh bank sentral atau lembaga keuangan dapat meningkatkan beban bunga bagi peminjam, membuat pembayaran pinjaman lebih sulit.

5. Ketidakstabilan Harga Barang dan Jasa

Bisnis yang tergantung pada harga komoditas atau layanan tertentu mungkin mengalami kesulitan jika harga barang atau layanan tersebut turun tajam.

6. Kredit yang Berlebihan

Peminjam yang terlalu membebankan diri dengan utang mungkin mengalami kesulitan membayar kembali pinjaman mereka, terutama jika pendapatan tidak cukup untuk menutupi pembayaran utang dan biaya hidup sehari-hari.

7. Perubahan Hukum atau Regulasi

Perubahan dalam hukum atau regulasi yang mempengaruhi industri tertentu atau persyaratan pinjaman bisa mengakibatkan risiko kredit. Misalnya, perubahan undang-undang tentang perlindungan konsumen dapat mempengaruhi kebijakan pemberian kredit.

Pemberi pinjaman dan investor harus memahami risiko-risiko ini dan melakukan evaluasi risiko kredit secara cermat sebelum memberikan pinjaman atau menginvestasikan dana mereka.

Baca juga: Syarat Restrukturisasi Kredit dan Skemanya

Bagaimana Cara Mencegah Risiko Kredit?

Untuk mencegah risiko kredit, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil oleh bank atau lembaga keuangan. Berikut adalah beberapa metode pengelolaan risiko kredit dan praktik manajemen risiko yang dapat diterapkan:

1. Metode Pengelolaan Risiko Kredit

Dalam mengelola risiko kredit, suatu bank memanfaatkan sejumlah metode dan peraturan yang disebut dengan mitigasi risiko kredit. Hal ini dilakukan guna menghindari dan mencegah kemungkinan terjadinya kerugian kredit. Berikut ini adalah beberapa metode pengelolaan risiko kredit yang kerap digunakan, antara lain:

a. Model Pemeringkatan

Penggunaan model pemeringkatan kredit dapat membantu dalam mengidentifikasi risiko kredit potensial. Model ini digunakan untuk menilai kualitas kredit dan risiko yang terkait dengan peminjam. Model pemeringkatan kredit dapat membantu bank dalam mengambil keputusan yang tepat terkait persetujuan kredit.

b. Manajemen Portofolio Kredit

Melakukan diversifikasi portofolio kredit dengan baik merupakan strategi penting dalam mengelola risiko kredit. Tindakan membagi risiko di antara berbagai sektor industri atau jenis peminjam yang berbeda dapat membantu bank untuk mengurangi dampak jika terjadi kegagalan pembayaran kredit dari satu peminjam atau sektor industri tertentu.

c. Sekuritisasi

Sekuritas merupakan proses mengonversi kredit menjadi instrumen keuangan yang diperdagangkan. Dalam sekuritisasi, kredit-kredit tersebut digabungkan menjadi sekuritas yang dapat diperjualbelikan. Sekuritisasi memungkinkan bank dapat mengalihkan sebagian risiko kredit kepada investor lain.

d. Peran Agunan

Agunan adalah aset yang dijaminkan oleh peminjam kepada bank sebagai jaminan atas kredit yang diberikan. Dalam hal terjadi kegagalan pembayaran kredit, bank dapat menggunakan agunan sebagai cara untuk mengurangi risiko kredit. Penilaian agunan yang cermat dan pemilihan agunan yang tepat sangat penting dalam mengelola risiko kredit.

e. Monitoring Arus Kas

Melakukan pemantauan yang cermat terhadap arus kas peminjam adalah hal yang penting. Pemantauan secara teratur memungkinkan bank dapat mengidentifikasi perubahan dalam kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban pembayaran kredit. Hal ini membantu dalam mengurangi risiko kredit yang mungkin timbul.

f. Manajemen Pemulihan

Jika terjadi kegagalan pembayaran kredit, bank perlu memiliki strategi yang efektif untuk mengelola pemulihan dana. Proses pemulihan meliputi negosiasi dengan peminjam untuk pembayaran kembali utang atau melalui upaya hukum jika diperlukan. Manajemen pemulihan yang baik dapat membantu mengurangi kerugian yang timbul akibat risiko kredit.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Fraud di Perusahaan

2. Manajemen Risiko Kredit

Manajemen risiko kredit adalah langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengelola peluang kerugian yang mungkin akan terjadi karena debitur mengalami gagal bayar. Beberapa langkah manajemen risiko kredit adalah sebagai berikut:

a. Penyaringan

Melakukan penyaringan yang hati-hati saat memberikan kredit adalah langkah penting dalam mencegah risiko kredit. Proses penyaringan melibatkan penilaian terhadap kemampuan dan integritas peminjam, termasuk analisis kelayakan bisnis dan analisis kredit.

b. Pembatasan

Menetapkan batasan atau batas maksimum kredit yang dapat diberikan kepada satu peminjam atau satu kelompok peminjam adalah praktik yang dapat membantu mengurangi risiko kredit. Pembatasan jumlah kredit yang diberikan kepada satu pihak, bank dapat mengurangi potensi kerugian yang mungkin terjadi jika peminjam mengalami kesulitan pembayaran.

c. Diversifikasi

Diversifikasi portofolio kredit merupakan langkah penting dalam manajemen risiko kredit. Diversifikasi portofolio kredit ke berbagai sektor industri, wilayah geografis, atau jenis peminjam dapat membantu bank untuk mengurangi risiko kredit yang terkait dengan ketergantungan pada satu segmen tertentu.

Melalui metode pengelolaan risiko kredit dan praktik manajemen risiko yang baik, bank dapat mencegah atau mengurangi risiko kredit yang mungkin timbul. Penting bagi bank untuk memiliki kebijakan dan prosedur yang kuat dalam mengelola risiko kredit guna menjaga kesehatan keuangan dan kelangsungan bisnis mereka.

Baca juga: Apa itu Credit Score dalam Bisnis Pembiayaan?

Pemahaman risiko kredit yang mendalam memungkinkan pemilik bisnis dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengelola risiko tersebut, melindungi keuangan bisnis, dan mengoptimalkan peluang pertumbuhan.

Tidak hanya itu saja, proses pertumbuhan bisnis Anda dapat ditingkatkan lagi dengan pemanfaatan berbagai teknologi  seperti layanan otomatisasi. Namun, jika Anda bingung dalam memilih penyedia mana yang memiliki layanan otomatisasi terbaik, gunakan layanan otomatisasi proses bisnis dari eendigo untuk proses digitalisasi dokumen yang canggih. 

Eendigo Business Pro Automation memungkinkan seluruh kebutuhan administrasi bisnis Anda dapat ditandatangani dengan satu ketukan tombol. Produk ini dilengkapi dengan fitur e-Sign hub dan e-Meterai untuk kemudahan proses legalisasi dokumen Anda. 

Tentu bukan hanya Anda sebagai pengelola perusahaan saja yang diuntungkan, tetapi juga klien atau rekan bisnis Anda akan mendapatkan pengalaman pelanggan yang lebih memuaskan.
Tertarik untuk mencoba fitur ini? Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut atau klik di sini untuk mendapatkan versi free trial produk andalan eendigo ini!