fbpx
asset-1

Apa itu Skip Tracing dan Kegunaannya

what-is-skip-tracing-and-how-can-it-help-your-multifinance-company

Secara umum, skip tracing merupakan proses menemukan lokasi seseorang. Metode ini digunakan untuk menemukan individu yang menghindari kreditur maupun penegak hukum. Berbagai cara digunakan untuk melakukan skip tracing, yang paling sering adalah menghubungi kenalan dari individu tersebut seperti keluarga, teman, kerabat, dan sebagainya. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan internet seperti melihat informasi data pribadi atau postingan yang diunggah melalui media sosial orang tersebut. Meskipun digunakan di berbagai jenis bidang seperti kesehatan, media jurnalis, dan bank. Namun, skip tracing dapat memiliki makna yang berbeda-beda untuk masing-masing bidang.

Di bidang keuangan khususnya perbankan dan perusahaan multifinance, skip tracing adalah taktik penagihan utang yang umum digunakan, yaitu dengan melacak dan memeriksa jejak debitur yang mangkir. Hal utama yang paling penting dari proses ini yakni informasi dari pemegang rekening tunggakan. Proses ini dilakukan dengan memeriksa dan menelusuri informasi seperti aplikasi pinjaman, sejarah debitur dengan perusahaan, skor kredit mereka, informasi pribadi seperti nomor telepon dan alamat. Disamping itu, media sosial seperti Instagram, Facebook, LinkedIn, dan sejenisnya juga dapat memberikan informasi lebih banyak, seperti data teman dan kerabat debitur tersebut.

Memahami Proses Skip Tracing

Berbagai metode skip tracing memiliki sedikit perbedaan dalam melakukan proses pelacakan yang digunakan untuk mendapatkan informasi kontak, tetapi umumnya semua metode memiliki alur praktik yang sama. Ada yang menggunakan sumber spesifik tertentu, ada juga yang hanya memeriksa informasi publik. Jika anda menggunakan aplikasi skip trace secara pribadi, maka anda harus paham cara kerjanya. Anda juga harus  tahu kapan harus melakukan skip trace, dan kapan menggunakan metode lain yang mungkin lebih efektif.

Skip tracing biasanya dilakukan dalam serangkaian langkah yakni:

1. Langkah pertama adalah memverifikasi informasi yang diberikan oleh klien dan memperbaiki informasi yang salah. Langkah ini juga membantu pelacak membiasakan diri dengan subjek.

2. Selanjutnya, yaitu mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang subjek, menggunakan sumber publik seperti:

  • Laporan Kredit
  • Database Catatan Publik
  • Aplikasi Pinjaman
  • Pemeriksaan Latar Belakang
  • Lamaran pekerjaan
  • Catatan Gedung Pengadilan
  • Tagihan Utilitas

3. Jika tidak ada sumber daya ini yang dapat memberikan informasi, maka skip tracing bisa dilakukan dengan cara menghubungi kenalan subjek saat ini atau sebelumnya, seperti tetangga, teman, kerabat, dan rekan kerja melalui media sosial ataupun bertemu secara langsung.

Saat ini, pinjaman online atau sering disebut pinjol semakin populer di masyarakat. Pinjaman online merupakan penyelenggaraan layanan jasa keuangan yang digunakan untuk kegiatan perjanjian pinjam meminjam uang melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet. Dalam prosesnya, calon debitur diminta untuk memberikan informasi seperti nama, alamat, nomor hp, KTP, dan sebagainya sebagai syarat untuk melakukan pinjaman.

Apabila debitur menunggak pembayaran atau mangkir, maka pihak pinjol tersebut akan menghubungi debitur melalui informasi tersebut. Jika debitur memutuskan kontak, maka pihak kreditur bisa saja melakukan skip tracing. Namun, Anda harus berhati-hati terhadap pinjol ilegal yang belum terdaftar di badan hukum OJK, karena mereka bisa meneror dan mengganggu kehidupan pribadi jika tidak segera melakukan pembayaran, bahkan bisa saja data pribadi Anda akan disalahgunakan oleh mereka.

Sumber:

https://batchskiptracing.com/blog/what-is-skip-tracing-for-debt-collection

https://blog.trueaccord.com/2020/05/what-is-skip-tracing-debt-collection/https://news.detik.com/berita/d-5561308/bisakah-pidanakan-debt-collector-pinjol-yang-teror-sebar-data-pribadi/amp

Sumber foto:

https://www.freepik.com/free-psd/man-checking-gps_3763742.htm