fbpx
asset-1

7 Cara Mencegah Fraud pada Perusahaan dan Cara Mendeteksinya

cara mencegah fraud

Cara mencegah fraud telah menjadi perhatian utama di dunia perbankan. Kehilangan uang akibat kecurangan dapat memiliki dampak yang merugikan tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi nasabah.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan perbankan untuk mengadopsi langkah-langkah yang efektif guna mencegah terjadinya tindak kecurangan agar tetap selaras dengan visi misi perusahaan.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara mencegah fraud yang kerap terjadi di dunia perbankan secara mendalam. Mari simak selengkapnya di bawah ini!

Mengatasi Fraud dalam Dunia Perbankan: Dampak, Pencegahan, dan Kerja Sama dengan OJK

Fraud atau kecurangan adalah tindakan menipu yang sengaja dirancang untuk memberi pelaku keuntungan yang tidak sah atau menolak hak korban. Dalam konteks perbankan, fraud dapat melibatkan berbagai kegiatan seperti pemalsuan pelaporan keuangan, atau penggelapan dana.

Sedangkan pengertian fraud menurut the Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), organisasi yang bergerak di bidang pemeriksaan kecurangan, fraud adalah perbuatan melawan hukum (illegal act) yang dilakukan secara sengaja untuk tujuan tertentu, seperti manipulasi atau memberikan laporan yang keliru terhadap pihak lain.

Tindak kejahatan ini dapat dilakukan oleh satu individu, beberapa individu, atau bahkan perusahaan secara keseluruhan.

Dampak dari tindak kecurangan atau fraud ini sangat merugikan perusahaan perbankan dan nasabahnya. Fraud dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, merusak reputasi perusahaan, dan mengancam kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan.

Selain itu, nasabah juga dapat mengalami kerugian secara individu, seperti kehilangan dana atau informasi pribadi yang dapat disalahgunakan.

Oleh karena itu, pencegahan dan pendeteksian fraud menjadi hal yang sangat penting dalam dunia perbankan. Perusahaan perbankan perlu mengadopsi langkah-langkah yang kuat dan efektif untuk mencegah terjadinya kecurangan, termasuk memperkuat pengendalian internal, meningkatkan pengawasan, dan memberikan pelatihan anti-fraud kepada karyawan.

Selain itu, kerja sama dengan pihak berwenang, seperti OJK, juga penting dalam menangani dan mengatasi fraud di sektor perbankan.

Baca juga: Pengertian Business Process Automation dan Contoh Penerapannya

Cara Mendeteksi Adanya Fraud

Apa Itu Fraud?

Mendeteksi adanya fraud merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan kepercayaan di dunia perbankan. Dalam upaya mengidentifikasi tindak kecurangan, perusahaan perlu mengadopsi strategi dan metode yang efektif.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya fraud.

1. Analisis Data dan Pola Transaksi

Melakukan analisis data dan memeriksa pola transaksi adalah salah satu cara penting untuk mendeteksi adanya fraud. Dengan menggunakan teknologi dan perangkat lunak canggih, perusahaan dapat menganalisis data transaksi, perilaku nasabah, dan pola keuangan yang mencurigakan.

Misalnya, adanya pola transaksi yang tidak wajar, seperti penarikan dana yang tidak biasa besar atau adanya serangkaian transaksi keuangan yang tidak lazim, dapat menjadi indikasi adanya tindak kecurangan.

2. Monitoring Aktivitas yang Tidak Biasa

Memonitor aktivitas yang tidak biasa atau tidak sesuai dengan pola transaksi yang biasa dilakukan oleh nasabah dapat membantu mendeteksi adanya fraud.

Misalnya, jika terjadi aktivitas transaksi yang mencurigakan pada rekening nasabah yang sebelumnya jarang digunakan atau memiliki pola penggunaan yang stabil, hal tersebut bisa menjadi pertanda adanya tindak kecurangan.

Selain itu, pemantauan aktivitas login yang mencurigakan, seperti percobaan login yang berulang-ulang atau dari lokasi yang tidak biasa, juga dapat memberikan petunjuk adanya upaya penipuan.

3. Implementasi Sistem Deteksi Dini

Menggunakan sistem deteksi dini merupakan langkah proaktif dalam mendeteksi fraud. Sistem ini dapat memonitor dan mendeteksi perilaku yang mencurigakan atau tidak lazim dalam waktu nyata.

Contohnya, penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan machine learning dapat membantu dalam mengidentifikasi pola-pola kecurangan yang kompleks dan terus berkembang.

Sistem deteksi dini ini dapat memberikan peringatan kepada tim keamanan atau manajemen perusahaan ketika ada indikasi adanya aktivitas fraud.

Baca juga: Apa Itu Biometrik? Inilah Cara Kerjanya dalam Sistem Keamanan

4. Pelaporan dan Whistleblowing

Mengembangkan saluran pelaporan dan mendorong whistleblowing (pengaduan pelanggaran) adalah langkah penting dalam mendeteksi adanya fraud.

Perusahaan perbankan harus menyediakan mekanisme yang aman dan terjamin untuk melaporkan tindak kecurangan. Hal ini mencakup kebijakan anonimitas, proteksi bagi pelapor, dan perlindungan hukum terhadap whistleblower.

Dengan adanya saluran pelaporan yang efektif, karyawan atau pihak yang mengetahui atau mencurigai adanya tindak kecurangan dapat memberikan informasi yang berharga untuk mendeteksi dan menginvestigasi fraud.

5. Pemeriksaan Internal dan Eksternal

Melakukan pemeriksaan internal dan eksternal secara teratur merupakan langkah penting dalam mendeteksi adanya fraud. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim audit internal perusahaan atau oleh auditor independen yang bekerja sama dengan perusahaan.

Pemeriksaan ini akan melibatkan peninjauan dan evaluasi terhadap kebijakan, prosedur, sistem kontrol internal, serta transaksi keuangan perusahaan. Temuan atau indikasi adanya kecurangan akan segera diungkapkan dan dapat dilakukan tindakan penanganan yang tepat.

Baca juga: Mengenal Apa Itu KYC, Cara Kerja dan Manfaatnya bagi Industri Keuangan

Cara Mencegah Fraud di Perusahaan

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fraud di perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang perbankan.

1. Memperketat Pelaksanaan SOP

SOP (Standard Operating Procedures) yang jelas dan ketat merupakan langkah pertama dalam mencegah terjadinya fraud.

Setiap perusahaan harus memiliki SOP yang terstandarisasi untuk setiap proses yang melibatkan bisnis inti, terutama yang berhubungan dengan keuangan. Hal ini akan membantu mencegah celah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku fraud.

2. Menyediakan Sistem Pengendalian Internal

Pengendalian internal yang kuat sangat penting dalam mencegah terjadinya fraud. Perusahaan harus memiliki sistem pengendalian internal yang memadai untuk mengontrol dan memonitor transaksi keuangan.

Hal ini termasuk kebijakan pengawasan yang ketat, pemeriksaan rutin, serta pemisahan tugas yang jelas untuk mengurangi risiko kecurangan.

Baca juga: Memahami Liveness Detection: Cara Kerja dan Fungsinya bagi Keamanan Digital

3. Awasi dan Komunikasikan Proses Akuntansi dengan Baik

Pengawasan yang efektif dan komunikasi akuntansi yang baik adalah elemen penting dalam mencegah fraud. Perusahaan perbankan harus memiliki tim yang bertanggung jawab untuk memantau dan mengawasi aktivitas keuangan.

Selain itu, proses komunikasi yang baik antara departemen keuangan dan departemen lainnya dapat membantu mengidentifikasi potensi fraud secara lebih efisien.

4. Menyediakan Saluran Pelaporan

Penting bagi perusahaan perbankan untuk memberikan saluran komunikasi khusus yang memungkinkan karyawan melaporkan tindak kecurangan secara anonim.

Hal ini akan memberikan perlindungan bagi karyawan yang ingin melaporkan pelanggaran, sekaligus membantu perusahaan dalam mencegah dan mengatasi tindak kecurangan dengan cepat.

Baca juga: Apa Itu Fingerprint? Cek Pemanfaatannya di Sektor Keuangan

5. Memberikan Pelatihan Anti-Fraud bagi Karyawan

Pelatihan anti-fraud yang teratur kepada karyawan adalah langkah penting dalam mencegah terjadinya fraud. Dalam pelatihan ini, karyawan harus diberikan pemahaman tentang tanda-tanda kecurangan, prosedur pelaporan, serta konsekuensi hukum dari tindak kecurangan.

Dengan pemahaman yang baik, karyawan akan lebih waspada terhadap potensi kecurangan dan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

6. Mengadakan Audit dengan Melibatkan Auditor Independen

Audit yang dilakukan oleh auditor independen membantu memastikan integritas dan keandalan laporan keuangan perusahaan. Auditor independen akan memeriksa dan mengevaluasi kepatuhan perusahaan terhadap prosedur dan kebijakan yang telah ditetapkan.

Melibatkan auditor independen dalam proses audit akan membantu mengidentifikasi celah dan potensi fraud serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan.

Baca juga: 8 Contoh Pemanfaatan Teknologi Face Recognition di Industri

7. Menggunakan Teknologi Mutakhir

Teknologi memainkan peran kritis dalam mencegah fraud dalam berbagai sektor dan industri seperti penerapan Algoritma Machine Learning dan kecerdasan buatan (AI).

Penggunaan teknologi ini dapat membangun model prediktif yang dapat mendeteksi anomali atau pola tidak biasa. Semakin banyak data yang dianalisis, semakin baik sistem dapat memahami pola normal dan mendeteksi deviasi yang mencurigakan.

Baca juga: 8 Contoh Pemanfaatan Teknologi Face Recognition di Industri

Contoh Teknologi yang Dapat Membantu Mencegah Fraud

Teknologi Liveness Detection

Dengan kemajuan teknologi hari ini, proses pencegahan fraud juga dapat mengandalkan teknologi yang dapat meningkatkan sistem keamanan data dari aktivitas penipuan. Setidaknya ada dua teknologi mutakhir yang dapat digunakan untuk mencegah fraud di industri keuangan ataupun perbankan:

1. Teknologi Liveness Detection

Teknologi Liveness Detection adalah metode yang digunakan untuk memastikan bahwa seseorang yang melakukan proses identifikasi atau autentikasi secara biometrik (seperti pemindaian wajah atau sidik jari) adalah manusia yang hidup, bukan gambar atau rekaman video.

Dalam industri perbankan atau keuangan, teknologi ini dapat digunakan untuk mencegah tindakan fraud, khususnya dalam proses verifikasi identitas.

Teknologi ini membantu mengatasi risiko pemalsuan identitas atau penipuan dengan menggunakan gambar atau rekaman video.

Jadi penggunaannya akan meningkatkan keamanan pada tahap-tahap identifikasi atau autentikasi pelanggan, seperti dalam proses pembukaan rekening atau transaksi keuangan yang memerlukan verifikasi identitas.

Baca juga: Memahami Liveness Detection: Cara Kerja dan Fungsinya bagi Keamanan Digital

2. Teknologi Face Compare

Teknologi face recognition dan face comparison bekerja dengan mengintegrasikan wajah pengguna ke dalam sistem melalui pendaftaran identitas, di mana fitur wajah diambil dan disimpan sebagai template numerik unik.

Ketika pengguna ingin mengakses layanan keuangan, mereka memberikan contoh wajah baru, dan sistem membandingkannya dengan template yang telah tersimpan untuk memverifikasi identitas.

Keamanan teknologi ini tinggi karena sulit dipalsukan sehingga dapat mencegah identitas palsu dengan mendeteksi penggunaan gambar atau rekaman video wajah. Dengan demikian, penerapan kedua teknologi tersebut seyogyanya efektif dalam mencegah fraud di industri keuangan.

Ingin memperkuat pengendalian internal dan mendeteksi adanya fraud dengan lebih efektif? Temukan solusi yang tepat dengan menggunakan eendigo Business Process Automation.

Dengan fitur-fitur yang canggih dan intuitif, eendigo Business Process Automation membantu Anda mengotomatisasi tugas-tugas rutin, mengurangi kesalahan manusia, dan meningkatkan akurasi data.

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana eendigo dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan proses bisnis, meningkatkan keamanan, dan mengurangi risiko fraud.