fbpx
asset-1

Customer Profiling: Pengertian, Manfaat dan Cara Membuatnya

customer profiling

Di era digital yang serba kompetitif, memahami pelanggan Anda adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Inilah peran customer profiling yang membantu bisnis dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, meningkatkan penjualan, dan mencapai kesuksesan jangka panjang.

Customer profiling atau profil pelanggan sendiri merupakan proses mengumpulkan dan menganalisis data untuk membuat gambaran yang lebih jelas tentang pelanggan ideal.

Lebih dari sekadar statistik, profil ini mengungkap kebutuhan, keinginan, dan motivasi yang menjelaskan perilaku pelanggan. Untuk lebih memahaminya, mari simak definisi customer profiling, beserta dengan strategi, manfaat dan cara membuatnya melalui artikel ini.

Apa itu Customer Profiling?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang manfaat dan cara membuat customer profiling, sebaiknya Anda perlu memahami konsep dari apa itu customer profiling dan perbedaannya dengan buyer persona

1. Definisi Profil Pelanggan

Customer profiling merujuk pada proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memahami informasi tentang pelanggan. Tujuannya adalah untuk membuat gambaran yang lebih lengkap dan mendalam tentang pelanggan, mencakup kebutuhan pelanggan dan cara produk dapat memenuhi kebutuhan mereka. 

Bayangkan customer profiling sebagai peta yang menuntun Anda dalam memahami salah satu hal paling penting dalam bisnis, yaitu para pelanggan.

Melalui peta ini, Anda dapat langsung menargetkan strategi pemasaran dan penjualan dengan lebih efektif. Customer profiling yang baik mencakup penyajian berbagai informasi, seperti demografi, psikografis, dan perilaku pelanggan. 

2. Perbedaan Customer Profiling dan Buyer Persona

Perbedaan antara customer profiling dan buyer persona seringkali membuat para pebisnis bingung. Namun, penting untuk dipahami bahwa keduanya memiliki fokus yang sedikit berbeda. Customer profiling lebih menekankan pada analisis data untuk memahami karakteristik dan perilaku umum dari keseluruhan basis pelanggan Anda.

Di sisi lain, buyer persona adalah representasi semi-fiktif dari pelanggan ideal berdasarkan data dan informasi yang diperoleh. Buyer persona berfokus pada pembuatan profil yang lebih mendalam tentang pelanggan secara individu, termasuk preferensi, kebiasaan, dan tantangan yang mereka hadapi. 

Pada hakikatnya, kedua pendekatan ini sama-sama penting. Melalui kedua pendekatan ini, bisnis Anda dapat memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh tentang audiens dan memudahkan untuk menentukan cara berinteraksi dengan pelanggan secara lebih efektif.

Baca juga: Pengertian E-KYC, Dasar Hukum dan Keunggulannya untuk Sebuah Bisnis

Strategi Customer Profiling

Strategi Customer Profiling

Membuat customer profiling yang efektif membutuhkan strategi yang tepat. Berikut adalah beberapa strategi yang umum digunakan.

1. Psikografis

Metode psikografis melibatkan pemahaman tentang berbagai nilai, minat, dan gaya hidup pelanggan. Ini merupakan strategi yang sangat berguna dalam customer profiling karena membantu bisnis memahami motivasi dan preferensi pelanggan secara lebih mendalam.

Informasi ini dapat membantu Anda mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keputusan pembelian mereka, seperti nilai personal, minat hobi, dan gaya hidup yang diinginkan.

2. Tipologi Konsumen

Tipologi konsumen melibatkan pembagian pelanggan menjadi kelompok-kelompok berdasarkan karakteristik dan perilaku. Ini membantu bisnis dalam mengidentifikasi pola dan tren yang terdapat di antara pelanggan, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.

Contohnya, Anda dapat membagi pelanggan menjadi kelompok berdasarkan preferensi produk, frekuensi pembelian, atau nilai pengeluaran.

3. Karakteristik Konsumen

Menganalisis karakteristik demografis dan geografis pelanggan merupakan strategi yang penting dalam customer profiling. Ini melibatkan pemahaman tentang berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, lokasi, pendapatan, dan tingkat pendidikan pelanggan.

Informasi ini berguna untuk menentukan target pasar, mengembangkan strategi marketing yang relevan, dan memilih saluran distribusi yang tepat untuk produk atau layanan.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan yang Efektif

Manfaat Customer Profiling

Berikut ini adalah beberapa manfaat utama dari customer profiling yang dapat Anda peroleh.

1. Mendapatkan Data yang Akurat

Customer profiling memberikan bisnis akses ke data yang akurat dan mendalam tentang perilaku, preferensi, dan kebutuhan pelanggan. Informasi ini memudahkan Anda untuk membuat keputusan yang lebih baik dan tepat sasaran.

Data yang akurat membantu dalam merencanakan strategi pemasaran, mengembangkan produk baru, dan mengoptimalkan operasional bisnis secara keseluruhan.

2. Memahami Audiens yang Relevan

Customer profiling memudahkan bisnis untuk lebih fokus terhadap usaha dalam menarget pelanggan yang paling potensial. Ini sangat bermanfaat dalam menyusun pesan dan penawaran pemasaran yang lebih relevan dan menarik bagi pelanggan guna meningkatkan tingkat konversi dan kepuasan pelanggan.

3. Membuat Komunikasi yang Dipersonalisasi

Salah satu manfaat utama dari customer profiling adalah kemampuannya untuk membuat komunikasi yang dipersonalisasi terhadap pelanggan.

Ini memudahkan bisnis untuk dapat menyusun pesan pemasaran yang disesuaikan dan penawaran yang relevan untuk setiap segmen pelanggan. Personalisasi komunikasi membantu meningkatkan engagement dan meningkatkan tingkat respons.

4. Memberikan Pelayanan Pelanggan yang Lebih Baik

Pelayanan pelanggan yang baik merupakan kunci sukses mempertahankan pelanggan yang ada dan menarik pelanggan baru.

Upaya ini mencakup merespons kebutuhan dan masalah pelanggan secara cepat dan efisien, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta membangun hubungan yang lebih kuat dengan mereka. 

5. Meningkatkan Brand Awareness

Customer profiling membantu bisnis membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. Pelanggan yang puas dengan produk atau layanan yang ditawarkan dan merasa dihargai akan merekomendasikan produk kepada orang lain. Oleh karena itu, ini dapat membantu meningkatkan brand awareness dan menarik lebih banyak pelanggan baru.

6. Membuat Kampanye Pemasaran Lebih Efektif

Terakhir, customer profiling mampu membantu kampanye pemasaran lebih efektif. Customer profiling dapat dijadikan alat untuk mengalokasikan sumber daya dengan efisien, mengidentifikasi peluang baru, dan mengukur kinerja kampanye secara lebih akurat. Pada akhirnya, ini membantu meningkatkan ROI dan mencapai tujuan pemasaran.

Baca juga: Pengertian Experiential Marketing, Jenis, Manfaat, & Contohnya

Cara Membuat Customer Profiling

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk membuat customer profiling yang mendalam dan bermanfaat bagi bisnis.

1. Mengumpulkan Data Pelanggan

Langkah pertama dalam membuat customer profiling adalah mengumpulkan data pelanggan yang relevan. Data ini dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk data internal perusahaan, data pemasaran, data penjualan, dan data pelayanan pelanggan.

Saat mengumpulkan data, penting untuk menentukan tujuan, memilih data yang relevan, dan memastikan kualitas data. 

2. Menganalisis Data

Setelah mengumpulkan data pelanggan, langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut dengan cermat. Bisnis dapat memfokuskan pada masalah yang ingin dipecahkan dengan mengidentifikasi pola, tren terkini, dan wawasan yang muncul dari data tersebut.

Selain itu, Anda perlu memeriksa detail kontekstual dari data tersebut, seperti faktor eksternal yang mungkin memengaruhi perilaku pelanggan dan mengevaluasi kredibilitas data yang dimiliki.

3. Mengidentifikasi Segmentasi Pelanggan

Setelah menganalisis data, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi segmentasi pelanggan yang berbeda. Segmentasi pelanggan melibatkan pengelompokan pelanggan berdasarkan karakteristik atau perilaku yang serupa.

Contohnya, mengelompokkan pelanggan berdasarkan demografi (usia, jenis kelamin, dan pendapatan), perilaku pembelian (frekuensi pembelian, dan jumlah pembelian), atau preferensi produk (produk yang sering dibeli dan merek yang disukai). 

4. Membagikan Data Pelanggan dengan Anggota Tim

Langkah terakhir dari membuat customer profiling adalah memastikan untuk membagikan data pelanggan yang telah dianalisis tadi dengan anggota tim lainnya. Ini termasuk tim pemasaran, penjualan, hingga layanan pelanggan.

Langkah ini memastikan bahwa semua anggota tim memiliki pemahaman yang sama tentang audiens dan dapat bekerja sama untuk mengembangkan strategi dan inisiatif yang lebih efektif.

Baca juga: 6 Tahapan Proses CDD yang Benar dari Awal hingga Selesai

Kini, Anda sudah lebih memahami tentang customer profiling secara mendalam. Sebagai alat yang penting dalam strategi pemasaran modern, customer profiling membantu bisnis memahami audiens dengan lebih baik.

Langkah ini tentunya dapat membuat bisnis mampu mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan mencapai hasil yang optimal dari investasi pemasaran.

Saat ini, banyak perusahaan yang beralih ke digital untuk memahami perilaku pembelian penggunanya. Sebagai penyedia solusi berbasis API tepercaya, eendigo hadir dalam membantu pengambilan keputusan bisnis guna mengefisiensi proses operasional. 

Jadi, tunggu apalagi? Hubungi eendigo untuk mengoptimalkan pekerjaan manual dan meningkatkan efisiensi dalam memahami pelanggan Anda!