fbpx
asset-1

Experiential Marketing: Jenis, Manfaat, & Contohnya!

experiential marketing

Pernahkah Anda merasa terhubung secara emosional dengan suatu produk atau merek setelah mengikuti event menarik mereka? Inilah yang dikenal sebagai experiential marketing. Dalam era pemasaran yang semakin maju, experiential marketing telah menjadi salah satu solusi utama bagi merek-merek yang ingin menciptakan ikatan mendalam dengan konsumen. 

Secara sederhana, experiential marketing adalah metode pemasaran yang menekankan interaksi langsung dan pengalaman yang berkesan antara merek dan konsumen. Dalam konteks ini, experiential marketing bukan hanya sekadar strategi, melainkan upaya untuk memastikan bahwa merek tertanam jelas di ingatan konsumen. 

Dari pameran produk yang menarik hingga penggunaan teknologi AI, mari telusuri dunia experiential marketing dan memahami mengapa metode ini menjadi kunci utama dalam mempromosikan bisnis secara efektif.

Apa itu Experiential Marketing?

Experiential marketing adalah pendekatan pemasaran yang menekankan pada pengalaman langsung serta berkesan antara konsumen dan merek. Berbeda dengan metode pemasaran tradisional yang lebih bersifat pasif, experiential marketing melibatkan audiens secara aktif, sehingga memungkinkan konsumen untuk berpartisipasi dan berinteraksi dengan bisnis. 

Salah satu aspek kunci dari metode experiential marketing adalah menciptakan momen yang tak terlupakan. Ini bisa melibatkan berbagai jenis kegiatan, seperti acara langsung, demonstrasi produk, pertunjukan interaktif, atau aktivitas kreatif yang mengundang partisipasi konsumen.

Melalui pengalaman ini, merek berusaha membangun hubungan emosional dengan konsumen, memicu ingatan positif, dan menciptakan kesan yang mendalam.

Memanfaatkan metode ini dengan baik akan membantu Anda untuk dapat mencapai berbagai tujuan, termasuk peningkatan kesadaran merek, keterlibatan konsumen, hingga loyalitas pelanggan.

Baca juga: Pengertian Business Process Automation dan Contoh Penerapannya

Manfaat Experiential Marketing

Hadirnya metode experiental marketing tentu memberikan sejumlah manfaat yang signifikan bagi bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari metode pemasaran ini:

1. Membangun Hubungan yang Baik dengan Konsumen

Adanya metode experiental marketing menciptakan kesempatan bagi bisnis untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. Melalui pengalaman yang dihadirkan, konsumen akan dapat merasa lebih terhubung secara pribadi dengan bisnis Anda. Interaksi langsung ini tentu akan membantu membangun hubungan yang lebih dekat dan emosional sehingga terciptanya ikatan antara bisnis dan konsumen. 

2. Meningkatkan Loyalitas Konsumen 

Pengalaman positif yang diberikan melalui experiental marketing tentu memiliki potensi besar untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Dalam hal ini, konsumen yang merasa terkesan dan puas dengan suatu pengalaman akan cenderung untuk memilih kembali pada produk atau layanan dari merek yang sama. Loyalitas konsumen yang ditingkatkan pastinya dapat membawa manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan bisnis Anda.

3. Meningkatkan Brand Awareness 

Tidak hanya menciptakan pengalaman berkesan, experiential marketing juga dapat menjadi pemicu untuk peningkatan kesadaran merek. Melalui interaksi langsung dan pengalaman yang dibagikan oleh konsumen atau kegiatan yang dilaksanakan, tentu akan membuka koneksi yang luas. Hal ini menciptakan efek domino yang mana penggunaan pengalaman oleh satu konsumen dapat mencapai audiens yang lebih luas.

4. Meningkatkan Hasil Penjualan

Dampak media sosial dan mulut ke mulut merupakan aspek penting dari experiential marketing. Konsumen yang merasa terkesan cenderung akan berbagi pengalaman mereka melalui platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, atau Twitter. 

Konten yang dibagikan konsumen menciptakan buzz positif di sekitar merek dan dapat menarik perhatian lebih banyak calon konsumen. Dengan demikian, pengaruh ini dapat berdampak langsung pada peningkatan hasil penjualan karena akan memicu konsumen baru untuk mencoba produk atau layanan tersebut.

Baca juga: Apa Itu  Face Recognition serta Fungsi dan Cara Kerjanya

Jenis-Jenis Experiential Marketing

Dalam prosesnya, experiential marketing menggunakan berbagai jenis pendekatan yang dirancang untuk menciptakan pengalaman berkesan antara merek dan konsumen. Berikut adalah beberapa jenis experiential marketing yang umum digunakan:

1. Workshop atau Seminar 

Workshop atau seminar adalah bentuk experiential marketing yang melibatkan konsumen secara langsung dalam suatu kegiatan edukatif dan pelatihan. Dalam hal ini, Anda dapat menyelenggarakan workshop yang terkait dengan produk Anda, sehingga memungkinkan konsumen untuk belajar dan berpartisipasi secara aktif.

Kegiatan ini tidak hanya membangun pengetahuan konsumen tentang merek, tetapi juga memperkuat keterlibatan mereka melalui interaksi langsung.

2. Pameran Produk 

Tidak hanya pada workshop atau seminar, pameran produk juga merupakan metode experiential marketing yang melibatkan presentasi produk secara langsung kepada konsumen, tetapi dengan berfokus pada display produk. Ini memberikan konsumen kesempatan untuk melihat, menyentuh, dan mencoba produk secara langsung. 

Umumnya, pameran ini lebih baik diselenggarakan di pusat perbelanjaan, acara industri, atau lokasi lain yang strategis. Keunggulan dari pameran produk adalah pengalaman visual dan fisik yang dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi konsumen terhadap produk tersebut.

3. Pengalaman Imersif dengan Teknologi AI

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam experiential marketing mencakup pengalaman interaktif yang dikendalikan oleh teknologi. Contohnya, penggunaan chatbot cerdas atau pengenalan wajah untuk memberikan pengalaman yang personal dan dapat disesuaikan.

Melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, Anda dapat menciptakan interaksi yang lebih mendalam dan relevan dengan konsumen.

4. User Generated Content

Jenis experiential marketing terakhir adalah User Generated Content (UGC) yang melibatkan konsumen dalam pembuatan konten, seperti foto, video, atau ulasan terkait dengan merek.

Dalam hal ini, Anda dapat mendorong konsumen untuk berbagi pengalaman mereka dengan bisnis Anda melalui platform media sosial, terkhusus melalui kegiatan pameran atau seminar yang diadakan. 

Melibatkan konsumen dalam pembuatan konten, memungkinkan Anda untuk menciptakan keterlibatan yang kuat, serta memperluas jangkauan bisnis. 

Baca juga: Apa Itu Biometrik? Inilah Cara Kerjanya dalam Sistem Keamanan

Contoh Penggunaan Experiential Marketing 

Karena dampaknya yang begitu signifikan pada peningkatan bisnis, experiential marketing tentu banyak digunakan oleh beberapa merek-merek terkemuka dalam upaya pemasaran mereka. Berikut beberapa contoh penggunaan metode experiential marketing: 

1. Penggunaan Augmented Reality di Toko 

Beberapa merek ritel terkenal mengadopsi teknologi Augmented Reality (AR) di dalam toko mereka untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih interaktif. Misalnya, toko pakaian dapat menggunakan AR untuk memungkinkan pelanggan mencoba pakaian secara virtual tanpa harus benar-benar mengenakannya. 

Melalui teknologi ini, pelanggan akan dapat melihat bagaimana suatu pakaian tampak pada diri mereka sendiri melalui layar smartphone atau tablet. Penggunaan AR ini menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan memudahkan pelanggan dalam mengambil keputusan pembelian.

2. Penggunaan Virtual Reality di Event

Secara umum, terdapat banyak perusahaan yang mengadakan acara atau pameran dengan melibatkan penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) untuk meningkatkan interaksi dan memberikan pengalaman yang mendalam kepada peserta. 

Misalnya, perusahaan teknologi dapat menggunakan headset VR untuk membawa peserta ke dunia virtual, yang mana memungkinkan mereka dapat merasakan efek produk dengan cara yang realistis. Pengalaman VR ini menciptakan kesan yang mendalam dan meningkatkan ingatan peserta tentang merek atau produk tersebut.

3. Penggunaan Interactive Display di Restoran

Bagi Anda yang memiliki bisnis restoran, penggunaan layar interaktif di dalam ruangan juga dapat menciptakan pengalaman unik bagi pelanggan. Misalnya, restoran mungkin memiliki meja dengan layar sentuh yang memungkinkan pelanggan dapat melihat menu secara interaktif, memilih hidangan, dan melihat informasi tambahan seperti resep atau asal-usul bahan makanan. 

Hal ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam pemesanan, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih efisien dan modern di dalam restoran.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan yang Efektif di Era Digital

Experiential marketing nyatanya bukan hanya sekadar konsep, melainkan suatu metode yang memadukan kreativitas dengan tujuan pemasaran. Pentingnya experiential marketing terletak pada kemampuannya untuk tidak hanya menyampaikan pesan merek secara pasif, tetapi juga mendorong partisipasi aktif konsumen. 

Bagi Anda yang ingin menjalankan strategi experiential marketing dengan lebih efektif, pastikan menyesuaikan metode ini dengan karakteristik unik bisnis Anda. Salah satunya dengan memberikan customer experience yang lebih dengan eSignHub, Aplikasi Tanda Tangan Digital eendigo.

Terhubung dengan layanan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), lembaga yang menyediakan jasa Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi. Layanan PSrE yang tersedia juga lebih dari satu untuk berbagai  kebutuhan operasi bisnis.

Rasakan kemudahan dalam membubuhkan Tanda Tangan Elektronik di dokumen menggunakan template manager. Bubuhkan tanda tangan digital secara otomatis sehingga mempercepat pekerjaan Anda.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menuju pertumbuhan bisnis yang lebih besar dan kreatif bersama eendigo!