fbpx
asset-1

Apa Itu Restrukturisasi Kredit: Syarat, Jenis & Skemanya

restrukturisasi kredit

Restrukturisasi kredit sempat menjadi salah satu topik terhangat di kalangan perbankan sejak tahun 2021 kemarin. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit dalam rangka meringankan beban utang yang ditanggung nasabah yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Sebagai lembaga keuangan dan perusahaan asuransi, Anda pun turut berpartisipasi dalam restrukturisasi kredit yang dikeluarkan oleh OJK. Pertanyaannya, sudahkah Anda mengenal apa itu restrukturisasi kredit serta syarat yang harus dipenuhi oleh nasabah yang ingin mengajukannya?

Jika belum, jangan khawatir. Simak saja artikel ini sampai selesai supaya Anda memahami tentang restrukturisasi kredit.

Apa Itu Restrukturisasi Kredit?

Restrukturisasi kredit adalah langkah perbaikan yang dilakukan dalam aktivitas pemberian layanan kredit kepada debitur atau nasabah yang berpotensi mengalami kesulitan dalam melunasi pembayaran kreditnya.

Restrukturisasi kredit juga bisa dikatakan sebagai bentuk bantuan dari kreditur seperti lembaga keuangan perbankan agar debitur bisa melunasi pinjamannya.

Poin penting yang harus dipahami dalam restrukturisasi kredit adalah program ini bertujuan untuk memberikan keringanan dalam membayar pinjaman, bukan menghapus kredit yang dimiliki debitur secara keseluruhan.

Artinya, debitur tetap harus memenuhi kewajibannya dengan keringanan yang telah disepakati dengan kreditur.

Baca juga: Memahami Apa Itu Risiko Kredit dalam Bisnis Properti

Jenis Restrukturisasi Kredit

Ada tiga jenis program restrukturisasi yang bisa menjadi pilihan bagi nasabah, yaitu:

1. Perpanjangan Jangka Waktu Pembayaran

Pertama, debitur bisa mengajukan perpanjangan tenor atau jangka waktu pembayaran dengan suku bunga yang lebih rendah. Restrukturisasi ini diajukan oleh debitur yang memiliki keterbatasan dana.

Selain itu, suku bunga pinjaman juga lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga yang disepakati sebelumnya sehingga beban pembayaran yang dimiliki kreditur lebih ringan.

2. Diskon Jumlah Angsuran

Restrukturisasi kredit ini memiliki keuntungan, yaitu pemotongan jumlah pembayaran angsuran yang disertai perpanjangan jangka waktu pembayaran. Namun, diskon yang diberikan tidak sebesar diskon pada pemotongan jumlah pinjaman sekaligus.

Selain itu, perpanjangan jangka waktu pembayarannya tidak sepanjang program perpanjangan tenor pada umumnya. Maka dari itu, tidak semua kreditur menerapkan jenis restrukturisasi kredit ini.

3. Pemotongan Jumlah Pinjaman secara Sekaligus

Terakhir, ada restrukturisasi kredit berupa pemotongan jumlah pinjaman sekaligus. Pemotongan ini diberlakukan apabila debitur berhasil melunasi seluruh utangnya.

Untuk mendapatkan restrukturisasi ini, debitur perlu memiliki jumlah dana yang cukup besar karena pemotongan hanya diberikan sekali dan berlaku jika seluruh pinjaman sudah dilunasi.

Baca juga: Pahami Apa Itu KYC dan Cara Kerjanya dalam Industri Keuangan

Syarat dan Skema Pengajuan Restrukturisasi Kredit

Pengajuan restrukturisasi kredit harus memenuhi beberapa persyaratan yang diatur sesuai dengan kebijakan lembaga keuangan.

Selain itu, restrukturisasi kredit juga membutuhkan prosedur yang harus dijalani secara sistematis. Mari kita lihat penjelasan di bawah ini.

1. Syarat Restrukturisasi Kredit

Setiap lembaga keuangan memiliki persyaratan yang berbeda mengenai restrukturisasi kredit. Biasanya, ada dua syarat restrukturisasi yang wajib dipenuhi, yaitu:

  • Nasabah mengalami kesulitan dalam pembayaran utang pokok dan atau bunga kredit.
  • Nasabah memiliki prospek usaha yang baik sehingga dianggap mampu melunasi kewajiban setelah restrukturisasi kredit.

Lembaga keuangan juga bisa mengikuti persyaratan yang dikeluarkan oleh OJK pasca-pandemi COVID-19, yaitu:

  • Debitur merupakan pekerja informal dengan penghasilan harian atau memiliki usaha yang terdampak oleh pandemi COVID-19 serta menghadapi kesulitan dalam pembayaran cicilan. Dalam hal ini, restrukturisasi kredit atau pembiayaan hanya akan diberikan kepada debitur yang memenuhi kriteria tersebut.
  • Debitur yang tidak terdampak dan masih memiliki kemampuan untuk membayar diharapkan tetap melanjutkan pembayaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Restrukturisasi kredit difokuskan pada debitur yang memang mengalami kesulitan pembayaran akibat dampak pandemi.
  • Lembaga keuangan memberikan keringanan setelah melakukan penilaian atau asesmen kondisi debitur yang terdampak. Proses asesmen bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran serta menentukan jenis restrukturisasi kredit yang tepat untuk diberikan.
  • Seluruh lembaga keuangan memiliki kewenangan untuk memberikan keringanan kredit atau pembiayaan. Artinya, kebijakan restrukturisasi kredit bisa diterapkan oleh seluruh lembaga keuangan yang terkait guna memberikan bantuan kepada debitur yang memenuhi syarat.

2. Skema Restrukturisasi Kredit

Bukan hanya syarat, skema restrukturisasi yang berlaku di setiap lembaga keuangan pun bervariasi. Pada umumnya, prosedur pengajuan restrukturisasi biasanya dilakukan dalam beberapa langkah berikut:

  • Debitur mengajukan permohonan restrukturisasi dengan melengkapi semua data yang diminta oleh lembaga keuangan terkait. Permohonan ini harus mencakup informasi yang diperlukan untuk proses penilaian.
  • Lembaga keuangan melakukan penilaian untuk menentukan jika debitur termasuk dalam kategori yang terdampak langsung atau tidak langsung akibat situasi yang sedang terjadi.
  • Setelah penilaian dilakukan, lembaga keuangan akan memberikan restrukturisasi sesuai dengan profil debitur yang mencakup penentuan pola atau skema restrukturisasi yang sesuai, serta jumlah utang yang dapat direstrukturisasi. Penilaian ini dilakukan dengan mewawancarai debitur menentukan kemampuan pembayaran angsuran yang masih bisa dipenuhi.
  • Lembaga keuangan melakukan tinjauan ulang terhadap kondisi usaha dan kemampuan debitur untuk membayar cicilan setiap bulannya. Tinjauan ulang ini bisa melibatkan laporan keuangan terkini, catatan penjualan, pembukuan, serta foto usaha atau stok barang dagang.

Baca juga: 2 Contoh KYC dalam Industri Perbankan dan Keuangan

Contoh Restrukturisasi Kredit dalam Sektor Asuransi 

Restrukturisasi kredit tidak hanya terjadi di lembaga keuangan yang menyediakan layanan kredit saja, tetapi juga perusahaan asuransi.

Pada bulan Mei 2020 kemarin, salah satu perusahaan asuransi di Indonesia turut melakukan restrukturisasi perbankan melalui kelonggaran pembayaran premi pada jaminan asuransi jiwa.

Teknis kelonggarannya dilakukan melalui perubahan data pada polis dan jangka waktu pertanggungan, dengan cara menghitung pengurangan premi refund dari premi baru sehingga additional premi untuk penambahan premi restrukturisasi.

Sementara itu, pertanggungan asuransi tambahan dihitung secara prorata dan merujuk pada ketentuan tarif premi yang berlaku berdasarkan kebijakan OJK.

Kesimpulannya, restrukturisasi kredit adalah program bantuan yang disediakan oleh lembaga keuangan untuk meringankan beban pinjaman yang dimiliki oleh nasabahnya.

Baca juga: Memahami Liveness Detection: Cara Kerja dan Fungsinya bagi Keamanan Digital

Validasi Data Debitur Anda bersama eendigo

Perlu diketahui bahwa penerapan restrukturisasi kredit juga memerlukan proses verifikasi debitur agar Anda bisa menetapkan kebijakan restrukturisasi yang sesuai dengan kondisi mereka, tetapi tetap menjaga kestabilan ekonomi lembaga keuangan yang dijalankan.

Jagalah kelancaran proses restrukturisasi kredit bersama debitur hanya dengan eendigo User Validation! Anda bisa melakukan proses validasi secara real-time sehingga bisa menghindari potensi kecurangan yang mungkin terjadi selama pengajuan restrukturisasi kredit.

eendigo User Validation juga dirancang agar bisa menghindari pemalsuan dengan mengenali wajah asli debitur. 

Gunakan juga layanan Credit Scoring dari AdIns untuk menilai risiko dan kelayakan nasabah yang hendak mengajukan restrukturisasi kredit.

Layanan ini berbasis machine learning sehingga bisa membantu Anda dalam mempelajari profil risiko kredit nasabah secara komprehensif hanya dalam waktu yang singkat.

Setiap kelompok data dikalibrasi ulang supaya Anda bisa memperoleh penilaian kredit yang tepat sebagai keputusan untuk memberikan restrukturisasi kredit kepada nasabah.

Hubungi kami untuk mengetahui informasi lengkap atau mencoba free trial dari eendigo User Validation serta layanan Credit Scoring oleh AdIns!