fbpx
asset-1

6 Tahapan Proses CDD yang Benar dari Awal hingga Selesai!

tahapan proses cdd yang benar

Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, khususnya dalam sektor jasa keuangan, Customer Due Diligence (CDD) menjadi suatu proses yang tidak dapat diabaikan. Memahami tahapan proses CDD yang benar sangat penting untuk menjaga keamanan bisnis Anda.

Jika Anda belum mengetahuinya, pada kesempatan kali ini, Eendigo akan membahas secara mendalam apa itu CDD, konsep dasarnya, serta tahapan-tahapan yang harus diikuti untuk menjalankan proses CDD dengan benar. Agar dapat menerapkannya dengan tepat, baca sampai tuntas artikel di bawah ini!

Apa Itu Customer Due Diligence (CDD)

Customer Due Diligence (CDD) merupakan suatu proses dalam dunia perbankan yang dirancang untuk know your customer dengan mengidentifikasi, memverifikasi, dan memantau calon nasabah. Langkah-langkah ini bukan hanya merupakan kebijakan internal dari bank, melainkan juga menjadi suatu kewajiban yang diamanatkan oleh Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/28/PBI/2009.

CDD bertujuan untuk meminimalkan risiko keuangan yang terkait dengan kegiatan seperti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan transaksi keuangan ilegal lainnya.

Baca juga: 2 Contoh Konkrit KYC dalam Industri Perbankan dan Keuangan

Tahapan Proses CDD yang Benar

tahapan proses cdd yang benar

Karena CDD merupakan hal yang sangat penting dalam meminimalkan risiko transaksi, berikut ini adalah tahapan proses CDD yang benar yaitu:

1. Identifikasi Nasabah

Tahap pertama dalam Customer Due Diligence (CDD) adalah identifikasi calon nasabah. Ini melibatkan pengumpulan informasi dasar seperti nama, alamat, nomor identitas, dan data lainnya yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Bank Indonesia.

Identifikasi ini menjadi dasar untuk memahami siapa sebenarnya calon nasabah yang terlibat dalam kegiatan perbankan. Melalui identifikasi ini, Anda dapat membentuk gambaran awal tentang profil calon nasabah, yang menjadi dasar untuk langkah-langkah selanjutnya dalam proses CDD.

2. Verifikasi Identitas

Setelah identifikasi, tahap selanjutnya adalah verifikasi identitas. Anda harus memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh calon nasabah adalah akurat dan sah. Ini dilakukan melalui pemeriksaan dokumen resmi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), atau dokumen identifikasi lainnya. Verifikasi identitas ini bertujuan untuk mencegah penggunaan identitas palsu atau informasi yang tidak valid

3. Pengumpulan Informasi Tambahan

Langkah ketiga dalam CDD adalah pengumpulan informasi tambahan terkait bisnis atau riwayat transaksi calon nasabah. Ini mencakup sumber dana yang digunakan, tujuan transaksi, dan profil risiko nasabah.

Pengumpulan informasi tambahan ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang aktivitas dan karakter nasabah. Mengetahui sumber dana dan tujuan transaksi membantu bank dalam mengidentifikasi potensi risiko keuangan yang dapat muncul dari aktivitas nasabah tersebut.

4. Evaluasi Risiko

Tahapan proses CDD yang benar selanjutnya adalah melakukan evaluasi risiko. Anda harus menentukan sejauh mana nasabah dapat menjadi potensi risiko pencucian uang atau pencegahan pendanaan terorisme sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Evaluasi risiko ini memungkinkan bank untuk mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan tingkat risiko yang dihadapi, termasuk mungkin melakukan pemantauan lebih ketat atau meminta klarifikasi lebih lanjut dari nasabah.

5. Pemantauan Berkelanjutan

Tahap terakhir dalam CDD adalah pemantauan berkelanjutan terhadap aktivitas nasabah. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa risiko yang terkait dengan nasabah tetap teridentifikasi dan dapat diatasi dengan cepat. Pemantauan berkelanjutan menjadi langkah pencegahan untuk mengantisipasi perubahan perilaku atau pola transaksi yang mencurigakan.

Baca juga: Apa Itu Credit Score dalam Bisnis Pembiayaan?

Pentingnya Menjalankan CDD

Selain beberapa tujuan yang telah dijelaskan di atas, berikut alasan mendetail dari pentingnya menjalankan CDD.

1. Kepatuhan Terhadap Regulasi

Salah satu aspek krusial dalam menjalankan Customer Due Diligence (CDD) adalah memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, terutama Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/28/PBI/2009. 

Kepatuhan ini menjadi tanggung jawab etika dan juga suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap institusi perbankan. Melalui kepatuhan terhadap regulasi, bank dapat membangun fondasi yang kuat untuk menjaga integritas dan stabilitas sektor keuangan.

2.Pencegahan Kejahatan Keuangan

CDD menjadi perisai dalam mencegah kejahatan keuangan seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme. Proses identifikasi dan pemantauan yang ketat membantu mengidentifikasi pola transaksi yang mencurigakan atau perilaku nasabah yang tidak sesuai.

Anda dapat secara proaktif menghentikan transaksi ilegal sebelum merugikan bank. Pencegahan kejahatan keuangan melalui CDD tidak hanya melibatkan keamanan bank itu sendiri, tetapi juga merupakan kontribusi dalam menjaga kestabilan dan keamanan ekonomi secara keseluruhan.

3. Meningkatkan Reputasi Bank

Proses CDD yang baik sangat berdampak pada aspek keamanan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap reputasi bank. Nasabah, regulator, dan masyarakat umum tentunya akan memberikan nilai positif terhadap bank yang menjalankan CDD dengan baik.

Baca juga: Syarat Restrukturisasi Kredit dan Skemanya

Meningkatnya kepercayaan nasabah dapat menghasilkan hubungan jangka panjang yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Selain itu, reputasi bank yang baik juga memudahkan bank untuk mendapatkan dukungan dari regulator dan pihak berwenang.

Itulah penjelasan mendalam mengenai tahapan proses CDD yang benar. Dalam menghadapi kompleksitas bisnis modern, menjaga kepatuhan dan integritas menjadi kunci untuk kesuksesan jangka panjang. Untuk memastikan tim Anda dapat bekerja dengan lebih efisien dalam menjalankan proses CDD, cobalah untuk menggunakan Aplikasi Credit Decision dari Eendigo.

Melalui digitalisasi proses analisis kredit, Eendigo memberikan solusi yang mudah dan efisien. Anda dapat melakukan simulasi skenario kasus terbaik sebelum melakukan implementasi penuh. Dengan demikian, Anda dapat menghemat waktu dan tenaga, serta memastikan bahwa setiap tahap CDD dijalankan dengan benar dan efektif.

Segera manfaatkan teknologi ini untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda dengan aman. Ajukan demo di sini!