9 Unsur-Unsur Kredit dalam Bisnis Pembiayaan

unsur unsur kredit

Kredit bukanlah proses yang berdiri sendiri, tetapi dibangun berdasarkan beberapa unsur di dalamnya. Setiap lembaga keuangan perbankan maupun non-bank yang menyediakan layanan kredit dan pendanaan perlu memahami unsur-unsur kredit yang terdapat di dalamnya.

Perlu dipahami bahwa unsur-unsur kredit tidak hanya mencakup elemen intrinsik seperti debitur dan kreditur, tetapi juga non-intrinsik seperti kepercayaan. Mari membahas lebih jauh melalui ulasan berikut ini.

Unsur-Unsur Kredit yang Mendasari Pemberian Kredit Pembiayaan

Lihat penjelasan di bawah ini untuk mengenal unsur-unsur yang diperlukan dalam proses kredit untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan dalam setiap prosesnya.

1. Debitur

Pertama, ada debitur yang merupakan pihak yang melakukan peminjaman atau menerima utang. Debitur dikenal sebagai peminjam dalam lembaga keuangan, tetapi disebut sebagai penerbit apabila kreditnya berbentuk sekuritas. 

Secara hukum, dalam kasus kebangkrutan, debitur dapat memilih prioritas pembayaran kredit. Namun, apabila terjadi gagal bayar, perjanjian kredit yang telah disepakati sudah dilanggar dan pemberi kredit bisa mengambil jaminan yang sebelumnya ditetapkan jika ada.

2. Kreditur

Selain debitur, ada juga kreditur, yaitu pihak yang memberikan kredit seperti lembaga keuangan perbankan maupun non-bank. Kreditur berperan sebagai pemberi utang atau kredit. Mereka memberikan kredit kepada individu maupun badan usaha yang membutuhkan pendanaan.

Beberapa pemberi kredit juga menyiapkan cadangan kredit jika terjadi masalah di tengah proses kredit. Tujuannya adalah debitur tidak mengalami kegagalan dalam pembayaran.

3. Jangka Waktu

Setiap perjanjian kredit memiliki jangka waktu atau masa waktu pengembalian kredit atau pinjaman. Biasanya, pembayaran kredit dilunasi dengan cara cicilan yang dilakukan setiap bulan pada tanggal yang telah ditentukan dalam kesepakatan.

Baik pihak kreditur maupun debitur menyepakati jangka waktu pengembalian sesuai dengan kemampuan pihak debitur.

Baca juga: Pengertian Restrukturisasi Kredit: Syarat, Jenis dan Skemanya dalam Sektor Asuransi

4. Risiko

Risiko dalam kredit bisa timbul karena dua hal. Pertama, debitur sengaja tidak melunasi cicilan meskipun mampu melakukannya. Kedua, debitur tidak mampu membayar karena faktor di luar kendali.

Contohnya adalah ketika debitur terkena dampak bencana yang mengakibatkan keterbatasan kemampuan untuk membayar kredit.

Potensi risiko ini sangat dipengaruhi oleh jangka waktu pengembalian. Makin panjang jangka waktu pengembalian, makin besar risiko gagal bayar. Sebaliknya, jika jangka waktu pengembalian pendek, risiko yang dihadapi oleh kreditur dan debitur juga lebih rendah.

5. Balas Jasa

Balas jasa adalah keuntungan yang didapatkan oleh kreditur dari kredit yang diberikan. Metode balas jasa digunakan sebagai pendapatan dari penyediaan kredit tersebut.

Lembaga perbankan konvensional, contohnya, menghasilkan balas jasa dalam bentuk bunga serta biaya administrasi yang dibebankan kepada nasabah sebagai pendapatan tambahan. Sedangkan dalam perbankan syariah, balas jasa ini disebut sebagai bagi hasil, sesuai dengan prinsip keuangan syariah.

6. Jaminan

Jaminan atau agunan adalah unsur kredit berupa barang dengan nilai yang melebihi jumlah yang dipinjamkan. Contohnya, jika debitur meminjam uang sebesar Rp15.000.000, maka jaminan yang diberikan harus memiliki nilai yang lebih tinggi, seperti kendaraan bermotor.

Agunan berfungsi sebagai jaminan apabila terjadi masalah dalam pembayaran kredit. Secara otomatis, aset yang dijadikan agunan akan diambil alih oleh pemberi kredit.

Namun, lembaga perbankan juga menyediakan opsi kredit tanpa agunan meski risiko yang ditanggung lebih tinggi.

Baca juga: Memahami Apa Itu Risiko Kredit dalam Bisnis Properti

7. Kelayakan

Kelayakan merupakan ukuran kemampuan seorang debitur dalam membayar kreditnya. Indikator kelayakan dilihat melalui besarnya pendapatan yang dimiliki. Makin besar dan stabil pendapatan yang dimiliki kreditur, makin rendah pula risiko gagal bayar.

Kelayakan debitur juga bisa dilihat dari riwayat utangnya. Sebelum memberikan pinjaman, lembaga keuangan melakukan survei untuk menilai kelayakan calon peminjam.

Survei ini digunakan untuk melihat riwayat utang terdahulu, cara pembayaran cicilan, dan sebagainya.

8. Kesepakatan

Kesepakatan merupakan unsur kredit yang diwujudkan dalam bentuk kontrak bisnis. Kontrak ini berupa perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Isi kesepakatan mencakup hak dan kewajiban pemberi dan penerima kredit.

Selain itu, kesepakatan ini mencakup jumlah pinjaman, jangka waktu pengembalian, serta ketentuan jika terjadi keterlambatan pembayaran. Contohnya, besaran denda, biaya administrasi, dan pengambilan jaminan setelah kredit dilunasi.

Semua kesepakatan kredit harus tertulis secara jelas serta dilengkapi dengan meterai sebagai tanda keabsahan dokumen. Tanpa adanya kesepakatan antara kedua belah pihak, kredit tidak bisa berjalan dengan lancar.

9. Kepercayaan

Unsur kredit terakhir tetapi tidak kalah penting adalah kepercayaan. Mengapa? Istilah kredit sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘credere’ yang berarti kepercayaan.

Prinsip kepercayaan mencerminkan keyakinan yang diberikan oleh kreditur kepada debitur dalam memberikan pinjaman, baik berupa uang, jasa, barang, maupun objek kredit lainnya.

Baca juga: Pahami Apa Itu KYC dan Cara Kerjanya dalam Industri Keuangan

Fungsi Kredit Terhadap Pembiayaan dan Perbankan

Kredit memiliki tiga fungsi bagi lembaga keuangan. Apa saja? Berikut adalah penjelasannya.

1. Membantu Pemenuhan Kebutuhan Nasabah

Fungsi ini dilakukan dalam memenuhi peran lembaga keuangan terhadap nasabah. Mereka membantu nasabah dalam memenuhi kebutuhan melalui layanan kredit yang disediakan.

Nasabah memperoleh dana sesuai kebutuhan mereka, mulai dari modal usaha, kredit untuk keperluan perumahan melalui KPR, hingga kredit untuk pembelian berbagai jenis barang dan properti.

2. Sebagai Sumber Profit

Lembaga keuangan juga menghasilkan profit melalui proses kredit yang dijalankannya. Mereka menyediakan layanan kredit dan berhak menentukan tingkat suku bunga yang dikehendaki.

Suku bunga pada pinjaman dapat bersifat tetap atau berubah seiring berjalannya waktu. 

Umumnya, apabila nasabah tidak mampu melunasi cicilan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, lembaga keuangan dapat memberlakukan denda keterlambatan.

Pendapatan dari denda ini digunakan untuk mendanai operasional lembaga keuangan sekaligus meningkatkan keuntungan.

Baca juga: 2 Contoh KYC dalam Industri Perbankan dan Keuangan

3. Memajukan Perekonomian Negara

Secara tidak langsung, lembaga keuangan juga memiliki peran bagi perekonomian negara. Melalui lembaga keuangan dapat mengalirkan dana yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk memperkuat perekonomian, terutama pinjaman untuk modal usaha.

Dalam hal ini, makin banyak dana yang disalurkan melalui kredit, maka pertumbuhan ekonomi suatu negara akan meningkat.

Sudahkah Anda memahami unsur-unsur kredit yang krusial dalam proses peminjaman dana setelah membaca artikel ini? Intinya, kredit tidak hanya melibatkan debitur, kreditur, dan dana yang dipinjamkan, tetapi juga unsur yang tidak terlihat atau non-intrinsik seperti kepercayaan dan kelayakan.

Baca juga: Memahami Liveness Detection: Cara Kerja dan Fungsinya bagi Keamanan Digital

Validasi Data Debitur Anda bersama eendigo

Agar setiap unsur-unsur kredit yang disebutkan di atas bisa dipenuhi dalam lembaga keuangan Anda, gunakanlah eendigo User Validation. Produk ini berbasis API yang bisa diintegrasikan dengan layanan yang Anda berikan dengan mudah.

Tidak perlu khawatir karena produk ini sudah dilengkapi dengan algoritma machine learning yang bisa menghindari upaya pemalsuan wajah serta dapat membantu menilai tingkat risiko kredit nasabah.

Lakukan juga digitalisasi proses loan origination di lembaga keuangan Anda dengan layanan Credit Scoring oleh AdIns. Layanan ini juga berbasis machine learning sehingga bisa menghemat waktu calon nasabah maupun Anda dalam menilai kelayakan kredit mereka.

Tertarik untuk menggunakan kedua layanan ini? Hubungi kami untuk mendapatkan free trial eendigo User Validation maupun layanan Credit Scoring oleh AdIns sekarang juga!